Beberapa Aliran Desain Yang Ada Di Dunia
1. FUTURISM
Futurism adalah aliran seni yang mendukung perkembangan
tipografi sebagai unsur ekspresi dalam design sehingga banyak penyair futurism yang
memanfaatkan tipo sebagai bagian dari ungkapan perasaannya dalam puisi. Dan
merupakan bagaimana menangkap unsur gerak dan kecepatan ke dalam lukisan dengan
memanfaatkan prinsip aneka tampak.
Futurism dimulai di Italia pada tahun 1910 oleh sekelompok
penulis dan seniman, gerakan Futurisme melakukan sebuah pemutusan radikal
terhadap masa lampau. Gerakan ini mempromosikan bentukan-bentukan seni yang
mencerminkan hidup di era modern, ditandai oleh keserempakan, dinamika dan
kecepatan.Gerakan Futurisme diproklamirkan pada tahun 1909 oleh seorang penulis
dan penyair Italia, Filippo Tommaso Marinetti. Futurisme adalah sebuah gerakan
seni murni Italia dan sebuah pergerakan kebudayaan pertama dalam abad ke-20
yang diperkenalkan secara langsung kepada masyarakat luas. Bermula dari konsep
dalam pergerakan sastra, kemudian merasuk ke dalam bidang kesenian seperti:
seni lukis, seni patung, seni musik, desain dan arsitektur.
Contoh :
2.
CONSTRUCTIVISM
Adalah suatu pergerakan seni modern yang dimulai
di Moscow pada tahun 1920 (dimulai setelah akhir dari revolusi oktober).
Constructivism adalah sebuah konstruksi yang mengatur pada sistem sosial, yang
ditandai oleh penggunaan metode industri untuk menciptakan object geometris.
Constructivism adalah sebuah kekuatan yang aktif sampai sekitar tahun 1934, dan
mengalami masa kejayaan dalam pemerintahan republik Weimar, sebelum akhirnya
digantikan oleh Realisme Sosial. Constructivism Rusia berpengaruh pada
pandangan modern melalui penggunaan huruf sans-serif berwarna merah dan hitam
diatur dalam blok asimetris dan juga merupakan gabungan dari kata dan gambar
sebagai pengalaman visual yang terjadi secara serentak. Fotogram,
foto-montase-superimposisi (saling bertumpuk), focus yang berlainan, tipografi
konkrit. Poster inovatif sebagai alat untuk komunikasi revolusioner
Contoh :
3. Kubisme
Kubisme
adalah gaya desain yang memandang bahwa semua bentuk terwujud dari benda-benda
geometris seperti kubus, bola, setigiga, kerucut dan silinder. Gaya ini dimotori
oleh Pablo Picasso dan Georges Braque ada sekitar tahun 1900 – 1910. Dalam
karya seni kubisme, benda dipecahkan, dianalisis, dan diatur kembali dalam
bentuk abstrak—daripada menampilkan obyek dari satu sudut pandang, seniman
menampilkan subyek dari berbagai sudut pandang untuk menjelaskan subyek dalam
konteks yang lebih besar.
Contoh :
4. Fauvisme
Fauvisme
dapat diartikan sebagai gaya yang membebaskan diri dari keteraturan dan
hukum-hukum yang berlaku bahkan cenderung liar. Gaya ini berumur cukup pendek
menjelang dimulainya seni modern. Gaya ini mulai populer pada tahun 1904 – 1907
di Le Havre, Paris, hingga Bordeaux.
Pengaruh awal dari aliran ini mungkin sekali
didapat dari rintisan yang dimulai oleh karya-karya Paul Cezanne, Gustave
Moreau, Paul Gauguin, maupun Vincent van Gogh. Meskipun pelukis tersebut tidak
melibatkan diri kepada gerakan fauvisme dan berbeda era dengan dimulainya
aliran ini, namun karyanya menjadi acuan bagi pelukis muda yang nantinya akan
menjadi pelukis fauvis.
Ciri menonjol dari gaya ini berupa segala
hal yang berhubungan dengan pengamatan secara objektif dan realistis, seperti
yang terjadi dalam lukisan naturalis, digantikan oleh pemahaman secara
emosional dan imajinatif. Sebagai hasilnya warna dan konsep ruang akan terasa
bernuansa puitis. Warna-warna yang dipakai jelas tidak lagi disesuaikan dengan
warna di lapangan, tetapi mengikuti keinginan pribadi pelukis.
Penggunaan garis dalam fauvisme
disederhanakan sehingga pemirsa lukisan bisa mendeteksi keberadaan garis yang
jelas dan kuat. Akibatnya bentuk benda mudah dikenali tanpa harus
mempertimbangkan banyak detail.
Contoh :
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar